Bagaimana Cara Menghitung Gaji Karyawan Toko?

Gaji karyawan toko memang harus diberikan sesuai dengan kinerjanya. Sebagai pemilik bisnis tentunya berkewajiban untuk memberikan upah atau gaji kepada para karyawannya. Nah, dalam menghitung gaji karyawan ini banyak sekali variabel yang harus diperhitungkan, terlebih untuk memperhitungkan gaji pokoknya. 

Gaji pokok sendiri merupakan bentuk imbalan yang harus dibayarkan perusahaan kepada karyawannya. Jumlahnya pun akan ditentukan dalam perhitungan gaji yang sudah disepakati sebelumnya. Lantas, bagaimana cara menghitung gaji karyawan ini?

Hal Penting Sebelum Menghitung Gaji Karyawan Toko

Sebenarnya, ada dua cara yang bisa Anda gunakan untuk menghitung gaji karyawan toko. Cara pertama adalah dengan menghitung secara manual, dan kedua menggunakan cara hitung digital. 

Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan nomor 14 Tahun 2003 sendiri, untuk besaran gaji pokok minimal adalah 75 persen dari total gaji karyawan yang terdiri dari gaji bersih dan ditambah dengan tunjangan tetap. 

Baca Juga: Penggajian Adalah? Prosedur dan Poin Penting Sistem Penggajian Menurut UU

Nilai gaji pokok ini sendiri sudah diatur sesuai dengan golongan jabatan dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Tentunya ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum Anda mulai menghitung gaji karyawan, berikut diantaranya:

  1. Nilai Pekerjaan Karyawan

Setiap perusahaan tentunya akan menawarkan besaran gaji yang berbeda-beda untuk posisi yang sama sekalipun. Akan tetapi, Anda tetap bisa menggunakan besaran gaji sesuai rata-rata. Selain itu, hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah faktor geografis. Dimana hal ini sangat berkaitan dengan lokasi kerja. 

Dalam menghitung gaji karyawan ini sendiri, sangatlah penting bagi Anda untuk menentukan nilai dari gaji pokoknya. Nah, nilai dari gaji di setiap daerah tentunya akan berbeda-beda. Hal ini tergantung juga dengan UMR dari daerah masing-masing. Oleh karena itu, akan sangat penting bagi Anda untuk mencari pasaran gaji atas suatu profesi. 

  1. Gaji Sesuai dengan Skala Upah Kerja

Hal lain yang perlu Anda lakukan sebelum menentukan gaji karyawan toko adalah dengan menerapkan skala upah yang sebelumnya memang sudah diberlakukan di perusahaan tersebut. Hal ini tentunya akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar gaji para karyawannya. 

Anda bisa menawarkan gaji yang sesuai dengan pasaran, atau bahkan bisa lebih rendah dan lebih tinggi dari itu. Namun, jangan lupa juga untuk memberikan tunjangan, bonus, atau komisi kepada para karyawan Anda. Nantinya, semua variabel tersebut akan dimasukkan dalam perhitungan gaji karyawan. 

  1. Kontribusi Profesi Bagi Perusahaan

Selain kedua hal penting diatas, masih ada satu hal lagi yang perlu Anda perhatikan dalam menghitung gaji karyawan, yakni dengan mengukur seberapa besar kontribusi profesi terhadap perusahaan Anda tersebut. 

Apabila memang profesi tersebut bisa memberikan dampak yang besar bagi perusahaan Anda, maka Anda pun bisa memberikan angka yang cukup tinggi untuk posisi tersebut. Selain itu, Anda juga bisa melihat dan mengukur kecakapan karyawan Anda dalam mengemban tugas tersebut. 

Jika memang karyawan Anda memiliki kinerja diatas rata-rata dan bisa memberikan dampak yang positif bagi perusahaan Anda, maka Anda pun bisa mempertimbangkan untuk menaikkan gaji karyawan tersebut. 

Cara Menghitung Gaji Karyawan

Saat ini banyak sekali perusahaan yang mempekerjakan karyawan tetap dan tidak tetap. Dengan Anda merekrut pekerja tidak tetap untuk mengatasi pekerjaan yang sifatnya hanya sementara ini merupakan hal yang tepat dalam menghemat anggaran perusahaan Anda. 

Tidak hanya berbeda dari segi jumlah gajinya, namun metode penghitungan gaji antara karyawan tetap dan tidak tetap ini pun berbeda. Karyawan tetap akan mendapatkan gaji setiap bulannya. Namun, berbeda dengan karyawan tidak tetap yang bisa saja menerima gajinya setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan. Hal ini tergantung dari kesepakatan antara karyawan dan perusahaan. 

Untuk menghitung gaji karyawan toko tetap, maka Anda bisa menggunakan rumus berikut ini. 

Misalnya: seorang karyawan di perusahaan ABC dengan posisi yang sudah menikah. Memiliki tanggungan anak berjumlah satu orang dan berstatus sebagai karyawan tetap. Untuk upah bulanan yang diterima adalah sebesar 7 juta rupiah. Maka, cara penghitungan gaji karyawan tetap ini adalah sebagai berikut:

Gaji bulananRp 7.000.000,-
Biaya jabatan5% x Rp 7.000.000,-Rp 350.000,- (-)
Gaji neto sebulanRp 6.650.000,-
Gaji netto setahun12 x Rp 6.650.000,-Rp 79.800.000,-
Penghasilan tidak kena pajak (PTKP)Rp 63.000.000,- (-)
Penghasilan kena pajak (PKP)Rp 16.800.000,-
PPh 21 terhutang5% x Rp 16.800.000,-Rp 840.000,-
PPh 21 per bulanRp 840.000,- / 12Rp 70.000,-
Gaji yang harus dibayarkanRp 7.000.000,- (-) Rp 70.000,-Rp 6.930.000,-

Berbeda dengan cara menghitung gaji karyawan tidak tetap berikut ini:

Misalnya: seorang karyawan bekerja di perusahaan DEF yang statusnya belum menikah. Karyawan ini berstatus sebagai karyawan tidak tetap dengan gaji bulanannya adalah sebesar 4 juta rupiah. Nah, untuk menghitung gajinya adalah sebagai berikut:

Gaji bulananRp 5.000.000,-
Biaya jabatan5% x Rp 5.000.000,-Rp 250.000,- (-)
Gaji setahunRp 4.750.000,- x 12Rp 57.000.000,-
Penghasilan tidak kena pajak (PTKP)Rp 54.000.000,- (-)
Penghasilan kena pajak (PKP)Rp 3.000.000,-
PPh 21 per tahun5% x Rp 3.000.000,-Rp 150.000,-
PPh 21 per bulanRp 150.000,- / 12Rp 12.500,-
Gaji yang harus dibayarRp 4.750.000,- (-) Rp 12.500,-Rp 4.737.500,-

Selain menggunakan cara manual seperti yang sudah dijelaskan diatas, Anda juga bisa menghitung gaji karyawan toko menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Anda tinggal memasukkan semua data dari komponen gaji yang sudah didapatkan oleh karyawan Anda. 

Comments are closed.