Apa Itu Rapel Gaji? Kenali Resikonya bagi Pekerja!

Beberapa perusahaan melakukan rapel gaji karyawan sehingga dibayarkan di bulan berikutnya, karena itu perhitungan rapel gaji karyawan dengan hitungan gaji biasanya akan berbeda. Namun kenapa rapel gaji dilakukan di beberapa perusahaan ya? Yuk cari tahu!

Baca Juga: Inilah Pengertian Gaji Allowance Lengkap dengan Informasi Lainnya

Alasan Rapel Gaji Dilakukan

Alasan rapel gaji dilakukan perusahaan adalah anggaran perusahaan tersebut pada bulan itu tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar gaji karyawan, karena itu ada beberapa perusahaan melakukan rapel gaji untuk menutupi pembayaran di bulan sebelumnya.

Hal ini terjadi karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan yang terjadi di bisnis perusahaan, sehingga perusahaan terpaksa melakukan rapel gaji dan mengalami masalah finansial pada bulan tersebut.

Mudahnya, ada perusahaan tidak sanggup membayar di bulan ini. Kemudian karyawan akan dibayar di bulan depan karena perusahaan tidak memiliki cadangan keuangan dan finansial kurang baik sehingga gaji karyawan dirapel.

Baca Juga: Ini Dia Pengertian Gaji All In Lengkap dengan Bagian-Bagian Bayarannya

Kerugian Saat Rapel Gaji Terjadi Pada Karyawan

Ada ketentuan dimana perusahaan harus membayar gaji tepat waktu, namun karena perusahaan memiliki finansial yang buruk maka pada peraturan PP no 78 tahun 2018 pasal 18 ayat 1 dan 2 perusahaan wajib membayarkan gaji per bulan. Berikut kerugian yang dialami ketika rapel gaji, apa saja?

Baca Juga: Ini Dia Penjelasan Dari Audit Siklus Penggajian dan Personalia

  1. Biaya Hidup Karyawan Per Bulan Terbatas

Setiap perusahaan wajib membayar karyawan atas kerja kerasnya dalam bekerja, namun ada perusahaan yang merapel gaji tersebut karena finansial perusahaan tidak membaik. Hal ini sangat merugikan karyawan karena gaji yang mereka terima tidak utuh saat finansial perusahaan menurun sehingga harus menghemat.

Jika karyawan telah berkeluarga, tentunya dirugikan waktu dan kerja kerasnya karena gaji per bulan dibutuhkan untuk membiayai keluarganya saat ini.

  1. Kinerja Karyawan Berkurang

Rutinitas yang dilakukan saat bekerja membuat karyawan menunggu jadwal gajian untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Karena itu kinerja karyawan bisa dipastikan berkurang drastis jika terjadi rapel gaji meski bulan depannya gaji akan dibayarkan 2 kali lipat.

Namun banyaknya kebutuhan hidup seorang karyawan setiap bulannya, mereka tidak bisa menunggu rapel gaji untuk membiayai hidupnya. Karena itu kinerja karyawan sebulan akan menurun jika kabar buruk seperti rapel gaji ini terjadi.

  1. Karyawan Memutuskan Resign

Perusahaan yang memiliki benefit untuk setiap karyawannya akan terlihat baik dan membuat mereka betah bekerja, namun banyak terjadi jika perapelan gaji dilakukan karena kurangnya manajemen finansial perusahaan saat ini. Karena itu karyawan akan memutuskan mencari pekerjaan lain yang lebih baik.

  1. Menunggu Persetujuan Gaji

Selain itu gaji bulanan memiliki kekurangan dimana persetujuan gaji hingga pergantian shift saat kerja perlu mendapat persetujuan, hal ini dilakukan untuk menghitung besaran uang lembur dimana pengaruh hitungan tunjangan kehadiran karyawan perlu dilakukan.

Faktor lain yang mempengaruhi rapel gaji, jika perusahaan tersebut memiliki employee self service dengan berbagai bentuk pengajuan transaksi penggajian. Hal ini lebih memudahkan karyawan dalam melakukan proses persetujuan gaji karena menggunakan ponsel tanpa harus ke kantor.

  1. Gaji Dibayar Setelah Tanggal Cut Off

Cut off merupakan tanggal dimana perhitungan gaji akan dibayarkan setelah tanggal tersebut usai, hal ini termasuk tunjangan harian, uag lembur dan gaji karena proses penggajian memiliki dua jenis periode yaitu periode komponen tetap dan tidak tetap.

Adanya pembayaran telat karena kebijakan ini, biasanya rapel gaji jadi solusi terbaik setiap perusahaan untuk membayarkan gaji karyawan. Meski terlihat sepele nyatanya rapel gaji jadi masalah besar setiap orang dalam bekerja di suatu perusahaan.

  1. Adanya Sistem Penggajian yang Berubah

Sistem penggajian yang telah diatur di suatu perusahaan jadi kebijakan tersendiri dan karyawan harus mengikutinya, dengan sistem ini membuat karyawan menjadi geram karena sistem penggajian biasanya memiliki keterlambatan sehingga gaji perlu dirapel di bulan depannya.

Karena itu penggajian ini harus dipahami setiap karyawan saat bekerja di suatu perusahaan, untuk itu sistem penggajian terkadang bisa merugikan dan menguntungkan bagi setiap karyawan saat ini.

Apakah Gaji Bisa Naik Secara Berkala?

Undang-undang cipta kerja tidak memiliki aturan kenaikan upah pekerja saat ini, namun kenaikan upah pekerja mulai populer sejak tahun 1977. Mengacu pada peraturan ASN dalam masa kerja tertentu akan mengalami kenaikan gaji pada dua tahun sekali, karena itu kenaikan gaji berkala ditetapkan hingga saat ini.

Perusahaan wajib membayar karyawan sesuai ketentuan dan kondisi perusahaan harus kondusif, selain itu perusahaan wajib melihat prestasi kerja dan produktivitasnya sebelum melakukan kenaikan gaji secara berkala, lalu apa yang perlu diperhatikan jika ingin naik gaji?

  1. Pekerja Harus Tahu Gaji yang Diterima

Pemerintah sendiri telah mengatur komponen pembentukan upah yang ada pada peraturan pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang gaji, upah tersebut telah diatur sedemikian rupa dengan tunjangan tetap, gaji pokok serta tunjangan tidak tetap hingga pajak PPh yang dibayarkan pada karyawan.

Meski setiap kebijakan perusahan berbeda, pemerintah memiliki kebijakan dalam mengatur besaran upah, tunjangan dan hal lain sebagai hak karyawan dalam bekerja. Selain itu pemerintah mensyaratkan jika gaji pokok yang diterima karyawan minimal 75% dari gaji yang diterima.

  1. Lihat Skala dan Struktur Gaji yang Diterima

Menyusun skala gaji wajib dilakukan setiap pekerja saat ini, dengan menyusun skala gaji dan penggajian yang tepat maka anda dapat menentukan perusahaan mana yang cocok untuk anda bekerja sehingga tidak rapel gaji.

Struktur gaji sendiri merupakan susunan tingkat gaji untuk karyawan dalam golongan jabatan, penyusunan ini dilakukan pada karyawan berdasarkan analisis jabatan, evaluasinya hingga struktur lainnya.

Dengan perencanaan struktur gaji yang baik, maka perusahaan dapat mencadangkan dana yang adil sesuai jabatan karyawan tersebut.

  1. Dilarang Membayar di Bawah Upah Minimum dan Menurunkan Upah Pekerja

Undang-undang ketenagakerjaan mengatur pembayaran gaji lebih rendah dari upah minimum tidak diperbolehkan, hal ini dikecualikan untuk usaha mikro kecil atau UMK. Upah minimum hanya diberlakukan sampai 50% dari rata-rata konsumsi tingkat provinsi.

Konsumsi masyarakat provinsi adalah 25% dari rata-rata, selain itu perusahaan tidak boleh menurunkan upah pekerja dan akan dikenakan sanksi oleh pemerintah jika melakukannya secara sengaja maupun tidak sengaja.

Jika anda bekerja di perusahaan swasta, maka ada besaran upah minimum kabupaten atau provinsi yang dikeluarkan setiap tahunnya. Nilai inflasi yang meninggi, membuat perusahan akan menaikkan gaji karyawannya.

Semakin produktif dan sehat perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan akan menaikkan gaji. Pertumbuhan gaji di jabatan tertentu bisa saja terjadi dengan skill dan pengalaman mumpuni, karena itu jika karyawan memiliki pengalaman dan skill yang baik maka perusahaan akan memberi upah lebih.

Dengan berbagai kebijakan, perusahan akan menaikkan gaji karyawan jika mereka memiliki kompetensi dibanding kandidat dan karyawan lainnya. Karena itu setiap karyawan memiliki hak untuk gaji dan tunjangan sesuai dengan skill dan pengalamannya, kebijakan pemerintah saat ini jadi patokan untuk memilih perusahaan yang tepat bagi para pekerja termasuk tentang rapel gaji.

Comments are closed.