Nominal Gaji Auditor, Tugas dan Kemampuan yang Harus Dikuasai!

Anda berjiwa kompeten dan suka tantangan? Berprofesi di bidang auditor bisa menjadi pertimbangan, khususnya bagi Anda yang senang dengan dunia finansial. Gaji auditor pun cukup menjanjikan.

Tertarik dengan profesi satu ini? Kenalan lebih jauh yuk di sini.

Baca Juga: Ini Dia Nominal Gaji Akuntan yang Ternyata Sangat Menjanjikan

Sekilas Tentang Profesi Auditor

Auditor ialah seseorang yang melakukan audit pada berbagai jenis laporan yang berhubungan mengenai keuangan dalam suatu entitas, baik itu terhadap organisasi, lembaga, perusahaan maupun instansi pemerintahan.

Menurunkan para ahli auditor adalah akuntan publik yang menyediakan jasa berbentuk auditing. 

Di mana jasanya ini berupa pemeriksaan laporan keuangan dengan tujuan agar perusahaan terhindar dari kesalahan uji.

Auditor memiliki tugas dalam memeriksa dokumen-dokumen keuangan dengan tujuan untuk memastikan seluruh kegiatan dalam perusahaan berjalan sesuai dengan ketentuan dan manajemen yang ditetapkan.

 Tugas seorang auditor ini penuh dengan tantangan. Untuk bekerja sebagai auditor Anda harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni serta sikap penuh semangat dan kompetitif.

Baca Juga: Yuk Intip Gaji Financial Advisor di Perusahaan Asuransi

Ini Nilai Nominal Gaji Auditor

Membahas mengenai gaji yang didapat oleh seorang auditor  tidak dapat disamaratakan. Ada banyak aspek yang bertentangan di tiap-tiap daerah. Hal ini membuat perbedaan yang semakin jelas pada gaji yang diterima oleh pegawai auditor. 

Adapun aspek yang menjadi faktor sebagai penentu upah auditor, di mana faktor tersebut yakni sebagai berikut:

  1. Pengalaman/ lama bekerja pekerja

Makin banyak pengalaman yang dimiliki oleh pegawai editor atau dengan lamanya bekerja maka gajian didapatkannya akan semakin bertambah atau naik, biasanya gaji akan bertambah di setiap 2 tahun sekali.

  1. Skill atau Kemampuan

Iya atau kemampuan yang dimiliki oleh pegawai auditor bisa menjadi pengaruh besar penentu nilai gaji yang didapatkannya. Dengan semakin berkemampuan dalam menangani pekerjaannya dengan baik maka angka gaji yang didapatkan pun akan semakin baik.

  1. Kebijakan instansi dan wilayah kerja

Terakhir yang menjadi penentu nilai gaji yakni kebijakan instansi Setiap perusahaan tentunya memiliki kebijakan tersendiri dalam memberikan gaji bagi para pegawainya. Terlepas dari itu setiap wilayah pun memiliki nilai UMR yang berbeda, oleh karenanya gajian didapatkan oleh pegawai auditor pun akan berbeda-beda dari setiap daerahnya.

Ketiga Faktor tersebut sangat berpengaruh besar terhadap pendapatan yang diterima oleh Auditor.

Umumnya, di Indonesia sendiri rata-rata gaji seorang auditor itu bernilai 3 jutaan atau berdasarkan sumber lain menyebut gaji auditor bisa mencapai angka 4 juta hingga 5 juta rupiah. Setiap jenis profesi auditor pun bisa memiliki gaji yang berbeda, baik itu auditor pemerintahan, auditor independen maupun auditor pajak.

Ini masih termasuk pada gaji pokok belum lagi uang tunjangan lainnya.

Jenjang Karir Profesi Auditor

Profesi Auditor pada dasarnya memiliki tahapan jenjang, di mana setiap jenjang memiliki tugas kewajiban yang berbeda.

  1. Auditor Junior

Auditor Junior biasanya dijuluki pada mereka yang memulai karirnya sebagai fresh graduate, artinya baru memulai karir di posisi tersebut.

Auditor junior umumnya bertugas langsung ke lapangan. Di mana mereka melaksanakan semua prosedur audit secara terperinci, membuat kertas kerja dan membuat dokumentasi.

  1. Auditor Senior

Tidak hanya melakukan audit, tetapi bertugas juga untuk mengarahkan dan mengulas pekerjaan para auditor junior. Memiliki tanggung jawab terhadap usaha biaya dan waktu audit sehingga sesuai dengan perencanaan.

  1. Manajer

Jenjang ketiga yakni seorang Manajer yang memiliki tugas dalam mengawas audit, umumnya melakukan pengawasan pekerjaan auditor senior.

Memiliki tugas membantu membuat perencanaan biaya dan waktu audit, mengulas kertas kerja hingga laporan audit dan management letter.

  1. Partner (Rekan)

Jenjang paling tinggi dari perikatan audit adalah Partner. Jenjang jabatan ini memiliki tanggung jawab penuh terhadap hubungan perusahaan dengan klien. 

Mulai dari keseluruhan proses audit, melakukan tanda tangan pada laporan audit dan management letter hingga pada penagihan fee audit.

Setidaknya itulah jenjang auditor dari bawah hingga jabatan teratas. Di setiap jenjang gaji auditor yang diterima akan berbeda, semakin tinggi maka semakin besar pula gaji yang didapatnya.

 Angka gaji yang didapatkan oleh Auditor memang cukup menjanjikan, akan tetapi tugas seorang auditor pun tak semudah yang Anda bayangkan.

Sebagai pegawai yang profesional harus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan sepenuh kemampuannya. Mau tahu bagaimana tugasnya?

Inilah Tugas Penting Seorang Auditor

Setidaknya seorang Auditor memiliki 5 tugas utama yang menjadi tanggung jawab nya yakni di antaranya: 

  1. Mendapatkan Bukti Audit

Seorang Auditor memiliki tugas penuh dalam mendapatkan bukti audit yang relevan dan reliable sehingga kesimpulan yang didapat bisa rasional.

  1. Menguasai Sistem Akuntansi

Tanggung jawab auditor sebagai pembuat laporan keuangan. Hal ini mendorong auditor untuk mengetahui secara pasti mengenai sistem pencatatan akuntansi dan proses transaksi hingga menilai kecukupannya.

  1. Merencanakan, Mengendalikan, dan Mencatat

Tugas auditor selanjutnya ialah melakukan perencanaan, pengendalian, dan juga mencatat terkait pekerjaannya.

Perencanaan di mana auditor bertugas dalam mempersiapkan program audit tahunan dan jadwal pelaksanaan audit  yang akan dilaksanakannya secara terperinci.

Kemudian dalam pencatatan, auditor membuat daftar pertanyaan audit (audit checklist) dalam mempermudah auditor untuk mengingat hal-hal penting yang perlu ditanyakan.

  1. Tugas Evaluasi Pengendalian Internal

Auditor sebaiknya bisa memastikan dan melakukan evaluasi pengendalian internal serta melakukan compliance test, jika auditor mengharapkan untuk mendapatkan kepercayaan dalam pengendalian internal.

Di mana auditor memastikan kebijakan, rencana dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen dipatuhi.

Menelaah dan menilai terkait efektivitas sistem pengendalian manajemen, pengendalian operasional, struktur pengendalian intern dan lainnya untuk melakukan tindak evaluasi lanjutan.

  1. Lakukan Tinjau Ulang Laporan Keuangan

Tugas yang tak kalah penting dilakukan oleh Auditor adalah meninjau ulang terhadap laporan keuangan yang dibuat dengan secara relevan dan seperlunya, sesuai bukti audit yang diperoleh. 

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan dasar rasional atas pendapatnya mengenai laporan keuangan perusahaan.

  1. Mencegah dan Memberikan Solusi

Tugas auditor pun berperan dalam mencegah dan mendeteksi kecurangan.

Jika dirasa kemungkinan terjadinya kecurangan, auditor harus melakukan investigasi secara menyeluruh pada kemungkinan tersebut.

Auditor bisa memberikan solusi bahkan jika diperlukan auditor bisa membuat rekomendasi untuk dilakukan perbaikan.

Setidaknya itulah 6 tugas pokok utama yang menjadi tanggung jawab penuh oleh profesi Auditor. Mengerjakan kelima tugas tersebut mewajibkan Anda untuk memiliki ketelatenan penuh.

Keahlian yang Harus Dimiliki Profesi Auditor 

Tertarik untuk bekerja sebagai Auditor? Anda harus memenuhi kualifikasi termasuk memiliki keahlian yang disebutkan di bawah ini.

Berkemampuan dalam melakukan analisis secara baik

  • Memiliki kemampuan untuk berpikir logis
  • Memiliki kemampuan untuk berpikir sistematis
  • Memiliki Kemampuan dalam komunikasi verbal maupun nonverbal dengan baik
  • Telah menguasai teknologi informasi
  • Pandai dan telah menguasai Bahasa Inggris
  • Memiliki sikap teliti, detail, daya konsentrasi tinggi
  • Memiliki sikap kompeten dan independen

Dengan keahlian dan kemampuan yang memadai tersebut, Anda bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik. Begitupun gaji auditor yang didapat akan lebih besar.

Comments are closed.