Gaji Aktuaris, Jobdesk serta Skill yang Harus Dikuasai

Diantara banyaknya jenis – jenis profesi yang ada, mungkin profesi aktuaris belum terlalu terdengar familiar di telinga banyak orang. Memang profesi yang satu ini memang belum banyak peminatnya di Indonesia. Walaupun begitu keberadaan aktuaris ternyata penting untuk sebuah perusahaan. Selain itu gaji aktuaris juga mempunyai nominal yang tidak kecil dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Gaji aktuaris memang lumayan tinggi karena termasuk dalam jajaran pekerjaan dengan gaji tertinggi. Pekerjaan yang satu ini berkaitan dengan matematika karena memang seorang aktuaris akan bertugas untuk melakukan perhitungan dengan teori seperti statistika, probabilita, dan ekonomi. Karena itulah pekerjaan aktuaris ini cukup menarik dan bisa menjadi prospek kerja yang bagus untuk Anda.  

Baca Juga: Ini Dia Rekomendasi Pekerjaan Dengan Gaji Besar untuk Lulusan SMA

Berapa Gaji Aktuaris dan Apa Saja Jobdesk-nya?

gaji aktuaris memang tinggi karena tugas dan kewajibannya juga tidak main – main, langsung saja simak penjelasan di bawah ini:

1. Apa itu Aktuaris 

Berdasarkan definisi wikipedia Ilmu Aktuaria merupakan Ilmu yang menggabungkan ilmu matematika (calculus, probabilita, statistik), ekonomi, keuangan dan akuntansi. Dengan melakukan pemodelan (Modelling) atas persoalan bisnis yang riil, dan juga didasarkan dari adanya data statistik dan juga  berbagai teori ilmu – ilmu tersebut, sehingga persoalan tersebut dapat diukur secara matematis.

 Secara mudahnya aktuaria ini merupakan sebuah cabang ilmu yang mengaplikasikan metode matematika dengan memakai ilmu – ilmu statistika untuk menaksir risiko yang ada pada sebuah industri asuransi ataupun keuangan. Orang yang bekerja di bidang aktuaris ini akan disebut dengan aktuaris.

Untuk dapat mengetahui risiko yang berkaitan pada kondisi finansial seseorang, umumnya seorang aktuaris akan memakai beberapa metode pengukuran risiko yang sering dipakai oleh perusahaan asuransi, macam Annuity Table, Morbidity Table, dan Mortality Table, serta beragam metode statistika yang sejenis.

Aktuaris umumnya tidak bekerja sendiri karena mereka akan bekerja dalam tim yang biasanya mencakup manajer serta profesional pada bidang lain, macam akuntansi, penjaminan emisi, serta keuangan. 

Bisa juga seorang aktuaris bekerjasama dengan akuntan serta analisis keuangan untuk menetapkan sebuah harga penawaran sekuritas atau dengan analis riset pasar untuk melakukan analisis pada permintaan produk baru.

2. Apa Saja Jobdesk Seorang Aktuaris 

Seorang aktuaris mempunyai tugas yang cukup penting dan juga bisa berpengaruh pada jangka Panjang sebuah perusahaan. Berikut adalah Peran dan tanggung jawab dari profesi aktuaris:

  • mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai bisnis komersial serta keuangan, dan juga memahami ilmu dan teknik yang mendalam pada bidang sesuai industri dimana aktuaris bekerja.
  • Memperhitungkan kemungkinan munculnya kejadian di masa mendatang dan merancang beberapa cara untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan yang dapat memberikan dampak buruk pada perusahaan.
  • Membuat pernyataan aktuaria mengenai produk asuransi.
  • membuat liabilitas seperti cadangan perusahaan asuransi, dana pensiun, jaminan sosial, dan perusahaan lain yang memanfaatkan teknik aktuaria
  • memberikan pendapat mengenai perhitungan liabilitas yang memandatkan pemakaian teknik aktuaria serta jasa lain yang berkaitan dengan aktuaria berdasarkan SPA serta perundang – undangan.
  • Seorang aktuaris juga bertugas membuat estimasi untuk risiko yang akan menjamin kesehatan finansial serta memasukan kewajiban perusahaan yang harus dilakukan.
  • Melakukan peninjauan ulang kecukupan untuk tingkatan investasi perusahaan.

3. Besaran Nominal Gaji Aktuaris

Untuk saat ini aktuaris merupakan salah satu profesi yang terbilang masih langka di Indonesia, karena itu ketersediaan untuk aktuaris untuk saat ini masih sedikit sedangkan kebutuhannya akan terus meningkat. Oleh karena itulah, aktuaris merupakan profesi yang mempunyai upah atau gaji yang lumayan tinggi, yaitu:

  • Karir dari seorang aktuaris dapat dimulai dari Actuarial Analyst, yang mana gajinya kurang lebih dapat berkisar 4 hingga 7 juta perbulan.
  • apabila sudah lulus lima ujian sertifikasi, nantinya seorang Actuarial Analyst bisa menjadi Associate yang sudah dapat dikatakan memenuhi ASAI (Associate Societies Actuary Indonesia), dan gajinya berkisar antara 10 hingga 25 juta perbulan
  • setelah menjadi seorang Associate, nantinya aktuarian juga bisa naik lagi ke level Manager Actuary yang mana nantinya akan memperoleh gaji hingga 38 juta rupiah per bulan
  • Selanjutnya, mereka akan menjadi Fellow ke level Appointed Actuary yang kemudian akan mendapatkan gelar dari Fellow Societies Actuary Indonesia. gaji untuk tahap ini adalah sekitar 50 juta rupiah perbulan.
  • Setelah itu akan naik lagi hingga menjadi Chief Actuary, untuk chief actuary ini memiliki nominal gaji yang setara dengan gaji direktur di sebuah perusahaan besar.

4. Skill yang Wajib Dimiliki Aktuaris

Apabila Anda tertarik untuk menjadi seorang aktuaris maka di bawah ini adalah beberapa skill yang harus dikuasai oleh aktuaris:

  • Kepekaan pada detail yang terkait dengan fakta, baik fakta baik ataupun fakta buruk pada sebuah perusahaan
  • Kemampuan pada bidang matematika dan statistika yang mumpuni berkaitan dengan penaksiran resiko sebuah industri
  • Memahami bagaimana cara kerja operasional bisnis, kebijakan pemerintah, dan juga ekonomi keuangan yang bisa berimplikasi ke nilai – nilai bisnis.

Selain itu, seorang aktuaris juga wajib mempunyai kepribadian seperti berikut:

  • dapat melakukan analisa serta berpikir logis
  • mampu memecahkan masalah yang kompleks, mulai dari mengidentifikasi masalah, mengulas informasi, melakukan evaluasi, dan membuat solusi yang dapat diambil
  • skill berkomunikasi yang baik karena untuk memaparkan hasil Analisa dari hasil perhitungan tentu perlu pemaparan yang jelas dan dapat dipahami.

Baca Juga: Yuk Intip Prospek Kerja Lulusan SMK dengan Gaji Besar

Dimana Aktuaris Bekerja?

Secara umum aktuaris akan bekerja pada perusahaan asuransi. Mereka ini akan terlibat pada menghitung premi yang perlu dibayar oleh pemilik polis untuk asuransi mereka dan juga melakukan penghitungan cadangan. Cadangan bisa dianggap seperti rekening tabungan perusahaan asuransi. 

Hal itu merupakan jumlah uang yang ditentukan oleh aktuaris yang harus diinvestasikan perusahaan saat itu untuk membayar nilai kerugian finansial yang mungkin akan dialami pemegang polis mereka di kemudian hari.

Aktuaris biasanya berada di lingkungan kantor, bekerja sekitar 8 jam per hari pada hari kerja. Kebanyakan dari posisi ini tidak harus melakukan perjalanan, lembur, dan juga bekerja pada akhir pekan. Walaupun begitu tetap ada pengecualian, macam konsultan aktuaria. Seorang konsultan aktuaria ini bisa melakukan perjalanan untuk menemui klien.

Itulah pembahasan mengenai Gaji Aktuaris, tugas, dan skill apa yang harus dikuasai oleh seorang aktuaris. Profesi aktuaris ini masih terbilang sedikit peminatnya di Indonesia, walaupun begitu pekerjaan yang satu ini memiliki nominal gaji yang tinggi dan juga memiliki peran yang cukup penting untuk perusahaan seperti asuransi yang memerlukan perhitungan pada bisnisnya.

Comments are closed.