Ingin Tahu Berapa Nominal Gaji Operator Alat Berat? Yuk Simak Ulasan Ini!

Untuk menjadi seorang operator alat berat, setidaknya Anda perlu memiliki skill dan juga sertifikasi khusus. Meskipun demikian, bisa dikatakan bahwa gaji operator alat berat tersebut, memang sebanding dengan pekerjaannya. Namun berapakah nominal dari gaji operator untuk alat-alat berat tersebut?

Bagi Anda yang masih penasaran dengan besaran gaji yang mereka peroleh, mungkin informasi dibawah ini bisa sedikit mengurangi rasa penasaran Anda. Untuk itu, yuk simak beberapa informasi penting yang akan diberikan berikut ini!

Baca Juga: Yuk Simak Gaji Seorang Developer Perumahan dan Segala Keuntungannya

Ingin Tahu Berapa Gaji Operator Alat Berat? Yuk Simak Informasi Berikut Ini! 

Sebagaimana diketahui, alat-alat berat dibedakan berdasarkan penggunaan hingga fungsinya. Dengan kata lain, gaji operator untuk setiap jenis alat berat tersebut juga bisa dikatakan berbeda-beda.

Untuk lebih jelasnya mengenai gaji operator alat berat ini bisa Anda simak dibawah ini. Diantaranya:

1.Gaji Operator Excavator

Excavator merupakan salah satu alat berat yang digunakan untuk proyek penggalian tanah, pengerukan, perataan bangunan, pemindahan material ke dump truck, hingga digunakan sebagai media untuk memecah batu.

Pada umumnya, excavator terdiri dari lengan (arm), bahu/tongkat, bucket (keranjang), tenaga hidrolik serta ruang kabin untuk operator. Sebagai tenaga penggeraknya, excavator biasanya akan mengandalkan tenaga diesel, yang berada di bagian atas rantai (track shoe). 

Jika dilihat dari jenis-jenisnya, excavator terbagi ke dalam beberapa jenis. Diantaranya:

  • Crawler. Digunakan di bidang pertambangan, lanskap, hingga penggalian parit
  • Wheeled. Biasa digunakan pada permukaan padat serta datar
  • Suction. Merupakan jenis excavator yang biasa digunakan untuk membersihkan puing-puing, penggalian tanah, hingga beberapa pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan proyek bawah tanah
  • Long Reach. Memiliki lengan (arm) yang bisa diperpanjang. Sehingga bisa dikatakan, excavator jenis long reach ini sangat cocok digunakan di berbagai kawasan yang sulit dijangkau

Untuk menjadi operator excavator, setidaknya Anda harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan. Salah satunya yaitu dengan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B II serta memiliki lisensi K3 mengenai pengoperasian excavator. Sementara nominal gaji operator alat berat jenis excavator ini yaitu mulai dari Rp 3.836.051,- hingga Rp 4.467.513,- per bulan.

Meskipun demikian, ada juga beberapa perusahaan besar yang menggaji operator excavator ini dari mulai Rp 5.000.000,- hingga Rp 10.000.000,- per bulan, dengan ketentuan 25 hari kerja. Namun hal tersebut tergantung dari perusahaan, dan kawasan mana operator excavator tersebut bekerja. Misalnya jika operator tersebut bekerja di kawasan pertambangan, maka besaran gaji yang diperoleh tentunya akan lebih besar dari gaji operator excavator yang bekerja di kawasan daerah terpencil.

2. Bulldozer

Sama halnya dengan excavator, bulldozer juga sering digunakan untuk meratakan permukaan tanah serta melakukan penggalian ke bawah tanah. Hanya saja, selain melakukan kedua aktivitas tersebut, bulldozer juga sering digunakan untuk mendorong hingga menarik material. 

Hal ini dikarenakan, pada bagian depan bulldozer ini dilengkapi dengan sebuah pisau, yang memang berfungsi untuk mendorong hingga menarik material, bahkan untuk melakukan pembebasan lahan. Pada umumnya, bulldozer dilengkapi dengan sebuah blade.

Dimana jika dilihat dari blade yang dimilikinya, bulldozer terbagi ke dalam beberapa jenis. Diantaranya:

  • Universal Blade (U-Blade). Blade yang digunakan berbentuk melengkung, sehingga sangat cocok digunakan untuk proyek reklamasi tanah, proyek penyediaan stok/bahan (stock pile work), dan pekerjaan lain yang sejenisnya
  • Straight Blade (S-Blade). Ujung blade pada bulldozer ini biasanya digunakan untuk menggali tanah yang keras, sehingga sangat cocok digunakan untuk melakukan penggalian, hingga penimbunan tanah yang memiliki struktur keras
  • Angling Blade (A-Blade). Sering digunakan untuk pengerjaan untuk membuang material ke samping, dan juga pembukaan jalan baru
  • Cushion Blade (C-Blade). Merupakan jenis bulldozer yang memiliki blade dengan bantalan karet. Dimana bantalan karet tersebut berfungsi untuk meredam tumbukan. Misalnya yang sering terlihat pada proses pemeliharaan jalan

Besaran gaji yang diterima oleh operator bulldozer ini yaitu mulai dari Rp 3.836.051,-. Namun untuk wilayah DKI Jakarta saja, gaji operator alat berat dengan jenis bulldozer ini yaitu Rp 7.750.000,-. Dimana gaji operator bulldozer di kawasan ibukota tersebut bisa dibilang lebih tinggi dari kawasan-kawasan lainnya di Indonesia.

3. Crane

Crane merupakan salah satu alat berat yang banyak digunakan dalam pemindahan, hingga pengangkatan material yang memiliki bobot yang lumayan berat. Untuk menunjang kinerjanya, crane dilengkapi dengan berbagai komponen, yang membuatnya bisa berputar hingga 360 derajat.

Anda bisa melihat alat berat yang satu ini di pelabuhan, proyek konstruksi, perbengkelan, industri, hingga pergudangan. Sedikitnya ada 6 jenis crane yang banyak digunakan pada masa ini. Diantaranya:

  • Tower Crane. Merupakan jenis crane yang memiliki beberapa bagian yang bisa dibongkar pasang. Dengan kata lain, tower crane merupakan salah satu jenis crane yang bisa dibawa-bawa, dengan beberapa komponen yang terpisah
  • Mobile Crane. Merupakan jenis crane yang terpasang pada sebuah truk, dengan pondasi/tiang yang bisa dipasangkan, sesuai dengan kebutuhan
  • Crawler Crane. Alat berat crane sejenis crawler crane ini memiliki roda rantai (crawler) yang bisa digerakkan. Untuk sampai ke lokasi proyek, crawler crane biasanya akan diangkut dengan menggunakan truck trailer, dengan terlebih dahulu membongkar salah satu komponen yang dikenal dengan nama boom
  • Hydraulic Crane. Merupakan salah satu jenis crane yang menggunakan tenaga hidrolik (menggunakan minyak). Kekurangan  dari crane jenis ini yaitu tidak bisa dipindah-pindah, dan hanya bisa berputar hingga 180 derajat saja. Gaji operator alat berat dengan jenis hydraulic crane ini bisa dibilang lebih rendah jika dibandingkan dengan gaji operator jenis crane lainnya
  • Hoist Crane. Merupakan jenis crane yang dipasang pada langit-langit ruangan, dan bergerak maju mundur pada sebuah rel khusus
  • Jip Crane. Merupakan jenis crane, yang merupakan perpaduan dari hydraulic crane dan juga hoist crane

Seperti diketahui, gaji operator dari crane ini berbeda-beda, yang disesuaikan dengan ukuran dari crane itu sendiri. Dimana operator dari hoist crane yang pada umumnya bisa dilakukan oleh siapa saja, tentunya akan memperoleh gaji yang jauh lebih rendah dari gaji operator dari crane dengan jenis tower, mobile, hingga crawler crane

Namun sebagai perbandingan, gaji operator alat berat untuk jenis crane ini yaitu sekitar Rp 9.000.000,- hingga Rp 15.000.000,-. Dimana besaran gaji tersebut berlaku bagi semua operator yang mengoperasikan crane berukuran besar, seperti tower crane, mobile crane serta crawler crane.

4. Asphalt Paver

Nama lain dari asphalt paver ini yaitu wales stump, vibro roller, maupun  mesin penggulung. Fungsi utama dari alat berat yang satu ini tentunya sebagai alat yang digunakan untuk meratakan campuran aspal. 

Dalam setiap pembuatan jalan, pada umumnya, aspal akan dimasukkan ke asphalt paver, yang mana aspal tersebut sebelumnya diangkut oleh truk. Kemudian, alat berat yang satu ini akan menyebarkan aspal tersebut ke permukaan jalan yang akan dilapisi material. Proses penyebaran aspal ini akan dibentuk dengan ketebalan serta bentuk lengkungan yang sesuai dengan yang diinginkan.

Untuk menjadi seorang operator asphalt paver, setidaknya Anda perlu memiliki SIM B II. Barulah kemudian Anda bisa mengikuti program sertifikasi alat-alat berat. Meskipun demikian, gaji operator dari asphalt paver ini terbilang cukup besar, yaitu sekitar 4-6 juta rupiah per bulan.

5. Diesel Hammer

Bisa dibilang, alat berat yang dikenal dengan diesel hammer ini sering terlihat di berbagai konstruksi bangunan dan tempat tinggal. Benar sekali, alat berat yang satu ini memang sering digunakan untuk membuat sebuah pondasi bangunan. Khususnya untuk memancangkan tiang pondasi ke dalam tanah.

Bagian-bagian utama dari diesel hammer ini diantaranya:

  • Hammer (Pemukul). Biasanya terbuat dari baja masif. Fungsi dari hammer ini yaitu untuk memukul tiang pancang agar bisa masuk ke dalam tanah
  • Leader. Merupakan area bergeraknya hammer. Terdiri dari beberapa jenis leader. Diantaranya fixed leader (tetap), hanging ledger (menggantung)  serta swinging leader (berputar/berayun)
  • Mesin Uap. Fungsi dari bagian diesel hammer yang satu ini yaitu untuk menggerakkan hammer, yang ditujukan pada single/double acting steam hammer

Gaji operator alat berat sejenis diesel hammer ini biasanya ditentukan per meter. Dimana dalam setiap meter, gaji operator diesel hammer ini yaitu sekitar 10 ribu rupiah. Untuk melakukan pengerjaan pondasi bangunan, biasanya terdiri 5 titik, yang mana dalam setiap titik tersebut ada sekitar 5 pancang.

Dengan demikian, dalam pengerjaan pondasi bangunan tersebut setidaknya ada 15 pancang, dengan masing-masing sekitar 12 meter. Sehingga gaji yang diperoleh oleh setiap operator diesel hammer ini yaitu 15 x 12 meter = 180 meter @Rp 10.000,-  yaitu sekitar Rp 1.800.000,- (gaji minimum).

Namun jika dihitung perhari, gaji operator diesel hammer tersebut biasanya sekitar 150 ribu per hari. Dengan demikian, gaji operator diesel hammer dalam 1 bulan tersebut yaitu 30 x Rp 150.000,- = Rp 4.500.000,-.

6. Forklift

Sebagaimana crane, alat berat forklift ini juga digunakan untuk memindahkan hingga mengangkat material yang cukup berat. Hanya saja, yang membedakan antara keduanya adalah ukuran crane yang terbilang cukup besar, yang sebagian besar diantaranya bahkan hanya bisa dipindahkan dengan bantuan truk saja.

Sementara forklift adalah alat pengangkat material berupa truk, dengan ukuran yang lebih kecil dari crane. Biasanya, alat berat yang satu ini memiliki sebuah lengan yang menyerupai sebuah garpu (fork). Dimana fungsi dari garpu tersebut yaitu untuk menjangkau material, hingga mengangkat dan memindahkannya ke tempat yang diinginkan.

Secara garis besar, forklift terdiri dari beberapa jenis. Diantaranya:

  • Forklift diesel, yang digerakkan dengan tenaga diesel
  • Forklift LPG/gasoline, yang digerakkan dengan tenaga gas alam (LPG)
  • Forklift elektrik, yang digerakkan dengan tenaga listrik
  • Forklift jenis reach truck. Merupakan jenis forklift yang berukuran lebih ramping, namun memiliki kemampuan manuver di tempat-tempat sempit dan terbatas

Sementara jika dilihat dari cara pengooerasiannya, forklift terbagi ke dalam 2 jenis, yaitu forklift automatic dan forklift manual. Seorang operator forklift biasanya akan memperoleh gaji antara 200-300 ribu per hari. 

Dengan demikian, dalam 1 bulan, operator alat berat jenis forklift ini akan menerima gaji sekitar 5-7 juta rupiah. Dimana nominal gaji tersebut dihitung dengan ketentuan, bahwa dalam 1 bulan tersebut ada sekitar 25 hari kerja.

7. Trencher

Alat berat yang bernama trencher ini biasanya memiliki rantai logam yang terbuat dari baja. Fungsi dari rantai logam tersebut diantaranya digunakan untuk memotong akar, menggali tanah, hingga digunakan untuk memecah batu. 

Dengan beragam fungsi tersebut, maka tak heran jika trencher sering digunakan dalam pengerjaan proyek penggalian tanah untuk pembuatan parit dan saluran air, proyek pembuatan saluran untuk pipa dan kabel, dan yang lainnya.

Gaji yang diperoleh oleh seorang operator trencher bisa mencapai hingga 6 juta rupiah per bulan. Dengan ketentuan upah harian sebesar Rp 200.000,-. Jika dalam 1 bulan, maka gaji operator alat berat trencher ini yaitu 30 x Rp 200.000,- = Rp 6.000.000,-. 

Besaran gaji tersebut belum termasuk dengan upah tambahan senilai 5 ribu rupiah per jam, serta Rp 35.000,-/jam, bilamana lembur. Sementara dalam 1 hari saja, jumlah jam kerja dari operator ini yaitu sekitar 7 jam/hari. Anda bisa menghitungnya sendiri, berapa jumlah uang tambahan yang diterima oleh operator trencher tersebut selama 1 bulan penuh.

8. Traktor

Alat berat yang satu ini mungkin tidak terasa asing bagi Anda. Hal ini dikarenakan, alat berat traktor memang banyak digunakan pada industri pertanian. Traktor sendiri merupakan salah satu alat berat yang memang dimodifikasi secara khusus untuk membantu aktivitas pertanian.

Misalnya untuk menggemburkan tanah dan membajak sawah, hingga menggerakkan mesin-mesin peralatan pertanian lainnya, yang digerakkan melalui Power Take Off (PTO), yang ada pada mesin traktor tersebut. 

Hal ini dikarenakan, pada umumnya traktor memiliki daya penggeraknya sendiri. Bahkan bisa dikatakan, sebuah mesin traktor sedikitnya memiliki 1 buah poros roda, yang berguna untuk menggerakkan peralatan-peralatan pertanian.

Berdasarkan ukurannya, traktor terbagi ke dalam 2 jenis, yaitu traktor berukuran kecil, yang bisa digerakkan oleh tangan, serta traktor berukuran besar, yang dioperasikan secara elektrik. Sementara jika dilihat dari roda yang digunakannya, traktor terbagi ke dalam 2 jenis. Diantaranya traktor yang menggunakan roda rantai, serta traktor yang memiliki 2 buah roda. 

Dimana traktor dengan roda rantai pada umumnya digunakan pada lahan pertanian yang berlumpur. Sedangkan traktor yang memiliki 2 buah roda biasanya dipakai pada tanah pertanian yang kering. Di negara lain, misalnya di Malaysia, operator traktor pada sebuah lahan pertanian bisa memperoleh gaji hingga belasan juta rupiah. 

Hal ini dikarenakan, lahan pertanian yang digarapnya terbilang luas, sehingga dalam 1 bulan, operator tersebut bisa bekerja selama 25 hari, dengan ketentuan 7 jam per hari. Sementara di Indonesia, pada umumnya, gaji operator traktor akan dihitung secara harian. Dimana upah per hari dari operator alat berat traktor tersebut yaitu sekitar 100-150 ribu per hari.

Itu dia beberapa informasi mengenai gaji yang diperoleh oleh beberapa operator alat berat yang bekerja di Indonesia. Apakah Anda tertarik untuk mengoperasikan alat-alat berat dengan gaji operator alat berat dengan nominal fantastis seperti yang telah disebutkan diatas? Setidaknya Anda perlu memiliki skill terlebih dahulu dalam mengoperasikan alat-alat berat tersebut, yang disertai dengan kepemilikan SIM B II hingga sertifikasi dan lisensi khusus K3. Barulah Anda bisa menjadi operator alat berat tersebut dengan gaji yang fantastis tersebut.

Comments are closed.