Gaji Asesor, Serta Peran dan Tugas dari Asesor

Meskipun tidak semua perusahaan menggunakan asesor dalam melakukan penilaian dalam setiap pengujian kompetensi, namun sebenarnya, peran asesor sangat berpengaruh dalam meningkatkan mutu kompetensi hingga untuk mendapatkan sebuah lisensi. Namun berapakah sebenarnya gaji asesor tersebut? dan apakah gaji dari setiap asesor ini berbeda-beda?

Namun sebelum Anda mencari tahu mengenai hal itu, alangkah lebih baik jika Anda mencari tahu mengenai apa itu asesor, dan apa saja tugas-tugas dari penilai uji kompetensi tersebut. Untuk itu, yuk mulai cari tahu mengenai profesi yang satu ini!

Apa Itu Asesor? Berapa Gaji Asesor?

Asesor merupakan sebuah kata yang diambil dari bahasa Inggris, yaitu assessor, yang mana hal ini ditujukan bagi seseorang yang melakukan penilaian (assessment). Dengan kata lain, asesor diartikan sebagai seorang penilai.

Lebih jauh lagi, asesor merupakan salah satu profesi yang bertugas untuk melakukan penilaian, baik itu yang dilakukan terhadap individu maupun suatu lembaga/perusahaan. Dimana penilaian yang dilakukan biasanya akan menentukan apakah seseorang ataupun lembaga tersebut berhak untuk mendapatkan sebuah sertifikasi/lisensi, atau tidak.

Idealnya, sertifikasi maupun lisensi dibutuhkan untuk meningkatkan mutu maupun keahlian seseorang maupun lembaga tertentu. Dalam arti, saat seorang guru mendapatkan sertifikasi guru, maka tentunya, guru tersebut akan mendapatkan sejumlah tunjangan dan fasilitas sesuai dengan sertifikasi yang didapat.

Begitu juga dengan lisensi yang diterima oleh suatu lembaga, yang mana dengan lisensi tersebut akan menjadi suatu bukti tentang mutu dari lembaga tersebut. Namun dengan perannya tersebut, pernahkah Anda membayangkan mengenai gaji asesor tersebut? Ini dia penjelasannya!

Syarat dan Tugas dari Asesor

Sebagai seorang penilai, seorang asesor tentunya dituntut untuk memiliki sejumlah keahlian tertentu. Khususnya mengenai keahlian dan kemampuan dalam melakukan penilaian, dengan hasil penilaian yang sesuai dengan yang diharapkan oleh suatu lembaga sertifikasi (yang menerbitkan sertifikasi). 

Dengan kata lain, tidak semua orang bisa menjadi asesor, dan bisa memperoleh gaji yang sesuai dengan gaji asesor pada umumnya. Meskipun demikian, bukan berarti Anda tidak memiliki kesempatan untuk menjadi seorang asesor.

Hanya saja, sebelum melamar menjadi seorang asesor, setidaknya, Anda dituntut untuk bisa memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi. Apa saja syarat-syarat yang dimaksud? dan apa saja tugas dari asesor tersebut? Ini dia beberapa diantaranya!

Syarat Menjadi Asesor

Untuk menjadi seorang asesor dan mendapatkan gaji asesor minimum, setidaknya Anda perlu memenuhi sejumlah persyaratan seperti berikut ini. Diantaranya:

Lulusan Perguruan Tinggi

Salah satu syarat untuk menjadi asesor yaitu Anda diharuskan merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi, baik itu dengan gelar Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor, hingga Profesor. 

Pada mulanya, syarat akademis untuk menjadi asesor ini hanyalah lulusan SLTA saja. Namun seiring berkembangnya zaman, syarat akademik untuk menjadi asesor mengalami perubahan, hingga akhirnya minimal lulusan yang diterima sebagai calon asesor adalah lulusan D3, dengan gelar Diploma.

Memiliki Pemahaman dalam Melakukan Penilaian

Selain lulusan perguruan tinggi, seorang calon asesor juga dituntut untuk memiliki pemahaman mengenai aktivitas penilaian (assessment) yang akan dilakukan nantinya. Baik itu dalam hal penilaian untuk sertifikasi, maupun penilaian yang dilakukan dalam pemberian sebuah lisensi.

Memiliki Kemampuan dalam Berkomunikasi dengan Orang Banyak

Untuk menjadi seorang asesor dengan gaji asesor minimum, setidaknya seorang calon asesor dituntut untuk memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik. Hal ini dikarenakan, selain sebagai penilai, asesor juga biasanya akan diberikan tawaran untuk menjadi seorang tutor dalam sebuah pelatihan sertifikasi profesi.

Telah Mengikuti Pelatihan Asesor Sebelumnya

Sebelum menjadi seorang asesor, calon asesor biasanya diharuskan untuk melakukan pelatihan asesor sebelumnya. Dimana dalam pelatihan ini, calon asesor akan diberikan materi mengenai tugas dan peran dari asesor tersebut.

Pada umumnya, saat calon asesor dinyatakan lolos, dalam arti telah memenuhi sejumlah persyaratan yang disebutkan pada poin-poin sebelumnya, maka calon asesor tersebut biasanya akan diminta untuk mengikuti pelatihan asesor, yang mana hal ini dilakukan sebagai tahap lanjutan untuk menjadi seorang asesor.

Tugas dan Peran dari Asesor

Secara umum, peran dari seorang asesor adalah sebagai penilai, yang memiliki tugas untuk melakukan penilaian yang berkaitan dengan profesi maupun peningkatan mutu dari sebuah lembaga. 

Dimana proses penilaian tersebut dilakukan dalam sebuah uji kompetensi, yang mana hasilnya akan mempengaruhi kualitas seseorang (individu) maupun lembaga, dalam memperoleh sebuah sertifikasi maupun lisensi.

Dengan peran dan tugasnya tersebut, seorang asesor akan digaji dengan besaran gaji yang bisa dibilang cukup besar, jika dibandingkan dengan profesi lainnya. Namun besaran gaji asesor tersebut sebenarnya berbeda-beda, tergantung dari perusahaan/lembaga sertifikasi yang mempekerjakannya.

Berapa Gaji dari Asesor?

Meskipun terlihat mudah, namun sebenarnya tugas dari asesor tidak hanya sebatas melakukan penilaian. Karena ada banyak hal lainnya yang perlu dilakukan oleh seorang asesor, agar lembaga sertifikasi tidak keliru dalam memberikan sebuah sertifikasi maupun lisensi.

Dengan peran dan tugasnya tersebut, maka tak heran, jika gaji asesor bisa mencapai angka puluhan juta rupiah, yang mana gaji tersebut merupakan penghasilan asesor, yang dihitung dalam 1 bulan. Hanya saja, berbeda dari gaji dari profesi lainnya, gaji seorang asesor biasanya ditentukan berdasarkan jumlah assessment (penilaian) yang dilakukan.

Dalam arti, jika dalam 1 bulan tersebut, asesor tersebut melakukan penilaian sebanyak 10 kali, maka tentunya penghasilan (gaji) tersebut akan jauh lebih besar, dibandingkan dengan gaji asesor yang hanya melakukan penilaian (assessment) sebanyak 5 kali dalam sebulan.

Dengan kata lain, tak ada patokan pasti mengenai gaji dari asesor tersebut. Hal ini dikarenakan, setiap perusahaan maupun lembaga sertifikasi biasanya akan memberikan besaran gaji yang berbeda-beda. 

Belum lagi, dengan kemampuan seorang asesor dalam melakukan penilaian tersebut, yang bisa dihitung dari berapa jumlah assessment yang dilakukan. Sehingga penghasilan seorang asesor akan berbeda, antara satu dan yang lainnya.

Namun sebagai gambaran bagi Anda, gaji asesor biasanya dimulai dari 2 juta rupiah untuk setiap assessment. Dimana untuk setiap perusahaan/lembaga sertifikasi, jumlah penyenggaraan assestment ini akan berbeda-beda.

Namun jika seorang asesor tersebut merupakan asesor freelance, ataupun asesor internal perusahaan, yang merangkap sebagai asesor freelance, maka penghasilan dari asesor tersebut bisa mencapai angka 12 juta hingga 20 juta rupiah, tergantung dari banyaknya proses assessment yang dilakukan.

Demikian penjelasan mengenai peran dan tugas dari asesor hingga kisaran gaji asesor yang dihitung dalam 1 kali assessment, serta perkiraan mengenai penghasilan yang diperoleh oleh seorang asesor dalam setiap bulannya. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat!

Comments are closed.